Text
Ramadhan, maaf, kami masih sibuk : renungan dan inspirasi menggugah di bulan mulia
Buku ini berisi tentang renungan terhadap bulan ramadhan. Ada banyak hikmah yang didapat dalam buku ini. Salah satunya di bagian halaman 161. Penulis mengulas mengenai lailatul qadar. Menurut penulis dalam mencari Lailatul Qadar kita seolah sedang bermain undian dengan Allah. Malam 21 Ramadhan masjid membludak, malam 22 kembali sunyi. Malam 23 ramai iktikaf, malam 24 sepi. Malam 27 berbondong-bondong menginap di masjid, malam 28 menikmati tidur nyenyak di rumah. Malam 29 semakin rajin, malam 30 waktunya bubar. Good Bye Ramadhan, kini saatnya pesta.
Tidak tersedia versi lain