Text
Buku pintar kopi
Indonesia menempati peringkat ke-4 penghasil kopi terbesar setelah Vietnam. Jenis kopi yang dibudidayakan di Indonesia yaitu kopi arabika, robusta, dan liberika. Kopi juga semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Maraknya kafe atau warung kopi menjadi salah satu indikator yang menunjukkan naiknya permintaan kopi. Dengan demikian, untuk menghasilkan kopi yang berkualitas baik, perlu diperhatikan proses penanaman dan pengolahannya. Proses penanaman tanaman kopi perlu memperhatikan varietas unggul atau klon unggul, tanah, iklim, ketinggian tempat, dan pemeliharaannya. Proses pengolahan kopi dimulai dari pemetikan buah, pengupasan kulit kopi baik melalui fermentasi maupun mekanis, dan pengupasan kulit tanduk hingga pengeringan. Pengolahan buah kopi bisa dilakukan dengan metode kering atau basah. Secara umum, proses pengolahan dengan metode kering yaitu pemetikan buah, penerimaan di pabrik atau gudang, sortasi buah, pengeringan buah, pengupasan kulit buah, pengeringan biji, pengupasan kulit tanduk, pengeringan akhir, sortasi biji, pengemasan, penyimpanan, dan pendistribusian atau pemasaran. Sementara proses pengolahan buah kopi dengan metode basah yaitu pemetikan buah, penerimaan di pabrik atau gudang, sortasi buah, pengupasan kulit buah, fermentasi, pencucian, pengeringan, pendinginan, pengupasan kulit tanduk, sortasi, pengemasan, penyimpanan, dan pendistribusian atau pemasaran.
Tidak tersedia versi lain